RSS

Surat Terbuka : Untuk Perempuan yang sedang dalam Pelukan

Saya tidak tahu apa maksud dan tujuan saya menulis surat ini, tapi yang jelas ada sebuah keinginan besar dalam hati yang sulit saya ucapkan secara lisan kepadamu, maka dari itu saya berusaha mengungkapkannya lewat sebuah tulisan.





Untuk Perempuan yang sedang dalam Pelukan.



Begitulah saya memberi judul tulisan ini,




Kenalkan saya adalah bayang dalam setiap jejak langkahmu, matahari dalam setiap pagi, dan bulan pada malam hari mu.

Berpengaruh besar dalam hidupmu tapi, selalu terabaikan.



Sementara kamu, kamu adalah sebuah nama yang selalu saya lantunkan dalam setiap do'a yang saya panjatkan.

Tak pernah terlihat, terasa, apalagi terdengar namun suci.



Maafkan saya karena selama ini saya hanya berani menikmati keindahanmu dari jauh,

Maafkan cara saya yang telah lancang menjadikan kamu sebagai penerang dalam gelapnya dunia saya,


Saya minta maaf untuk hal itu..


Saya tidak pernah benar-benar tahu dan mengerti bagaimana memperlakukan kamu seharusnya.

Yang saya bisa lakukan hanya seperti yang saya bilang tadi, memandangi dan menikmati keindahan kamu sekaligus mengucap syukur atas apa yang telah Tuhan ciptakan.


Saya rasa saya telah jatuh hati kepadamu, tapi itu tadi untuk memberanikan diri tampil di hadapanmu saja saya tidak berani apalagi harus mengatakan tentang perasaan saya kepadamu.


Kamu cantik, baik, serta menarik dan masih banyak hal-hal yang saya kagumi dari kamu tapi tidak mungkin saya sebutkan semua di sini.


Bagi saya ini adalah cara terbaik mencintai kamu, meskipun terdengar egois toh saya suka melakukannya.

Lagipula kalau saya tampil di hadapanmu saya tidak yakin kamu bisa terima kondisi saya.






Seorang sahabat pernah mengatakan kepada saya, kalau

Tidak ada cinta yang tidak diungkapkan kecuali oleh orang yang terlalu mencintai dirinya sendiri.

Bagaimana bisa kamu mencintai orang tanpa diketahui oleh orang tersebut, tahu saja tidak bagaimana dia akan membalasnya.

Lagipula kalau kamu tidak mengungkapkannya bagaimana kamu tahu apakah dia merasakan hal yang sama denganmu.

Begitu pungkasnya..




Beberapa saat saya memikirkan hal itu tapi tetap saja ketidakberanian saya mementahkan semuanya..

Biar saya saja yang menikmati indahnya perasaan ini terhadapmu.

Terdengar egois?

Tidak..

Saya hanya tidak ingin kamu terbebani akan perasaan saya..

Sekali lagi, mungkin inilah cara terbaik saya mencintai kamu..

Dalam gelapnya dunia saya, saya menikmati keindahan kamu.



Lihaaattt..



Hanya ada sedikit bintang malam ini



Hmmmm




Mungkin karena kau sedang cantik-cantiknya~





  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

13 komentar:

Putri Larasati Wulandari mengatakan...

Uwaa.. Surat terbuka..
Aku juga sering buat surat terbuka gini ✌

Risma mengatakan...

Wiih, semoga dia lihat surat ini :D #kunjunganperdana

Unknown mengatakan...

Fiktif ko hehe
Terimakasih kunjungannya
Salam kenal

Anto Agung Pratama mengatakan...

Aah, aku suka judul suratmu mas, sama kayak lagunya payung teduh, dan juga, perempuan yang kamu surati pasti sedang berbunga bunga ^_^

Unknown mengatakan...

Memang lagu merekalah inspiratifnya maa
Terimakasih telah menyukainya
Dan
Salam kenal

Akashisedai mengatakan...

Romantis yg ga lebay ya yg kyk gini. Tipe tulisan cinta, laki banget, meski manis tapi ga ada kesan cengeng. Terus penggunaan "saya" dalam surat ini kok berasa dalem gitu. Ga biasa gt. Suka pokoknya.

Unknown mengatakan...

Makasihh kak, saya juga sempat beberapa kali bw ke blog kakak, suka juga sama tulisannyaa...
Salam kenal

Zulkarnain mengatakan...

Dapet inspirasi dari mana nik, Kak? Kok bisa ampe nulis begituan.. Haha... :D

Unknown mengatakan...

Hehe kebetulan suka sama lagu-lagunya payung teduh dan dapat inspirasinya dari sana kak

Jefferson L mengatakan...

dalam gelapnya dunia, cinta bersemi. itulah caraku mencintainya, oh chelsea islan :)

Unknown mengatakan...

Hahaha boleh jugaa kak

Unknown mengatakan...

Bintang tak pernah sedikit :)

Unknown mengatakan...

Kalimat itu lirik lagunya payung teduh kak

Posting Komentar